Search This Blog

3 Rumah Sakit Tertua dan Sejarahnya


Kalian pernah penasaran gak sih?? Rumah sakit tertua di indonesia. kira kira dimana dan bagaimana sejarahnya ya? Tentu nya berdirinya rumah sakit rumah sakit itu tak lepas dari jaman belanda masih menduduki indonesia. Menakjubkannya rumah sakit itu masih beroperasi sampai sekarang.

Berikut, 3 Rumah Sakit tertua yang umurnya menyentuh 100 tahun lebih dan masih beroperasi hingga sekarang, di Indonesia:

1. Rumah Sakit Dustira (1887)
        Rumah sakit dengan nama awal Militaire Hospitaal Te Tjimahi ini berlokasi di Cimahi, Jawa Barat. Di awal tugas didirikannya rumah sakit ini adalah sebagai rumah sakit militer belanda , lalu digunakan untuk tempat perawatan tentara jepang (1942-1945) sebelum kembali dikuasai NICA di tahun 1945-1947.
        Di tahun 1949 Militaire Hospitaal kembali di serahkan kepada TNI lalu berganti nama menjadi Rumah Sakit Territorium III dengan Letkol Dokter Kornel Singawinata sebagai kepala rumah sakit yang pertama. Namun pada tanggal 19 Mei 1956, Nama rumah sakit itu di ganti menjadi Rumah Sakit Dustira sebagai bentuk penghormatan terhadap Mayor dr. Dustira Prawiraamidjaya.

2. Rumah Sakit PGI Cikini(1895)
        Tanggal 1 September 1895. Dominee de graff dan Istrinya membuka balai pengobatan di Gang Pool. dengan bantuan sumbahan dari ratu belanda pada masa itu, yaitu sumbangan senilai 100.000gulden. Dibelilah Istana Pelukis Raden Saleh dan namanya diubah menjadi Rumah Sakit Ratu Emma. 
        Namun saat kependudukan jepang tahun 1942-1945. Rumah Sakit Tjikini dijadikan rumah sakit untuk Angkatan Laut Jepang (Kaigun). Hingga akhir 1948 RS Cikini dikembalikan pengelolaannya kepada pihak swasta dipimpin oleh R.F. Bozkelman.Pada 1957, pengelolaan rumah sakit ini diserahkan kepada DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia) dengan Prof. Dr. Joedono sebagai pimpinan sementara. Selanjutnya diangkat dr. H. Sinaga, sebagai direktur pribumi pertama RS Tjikini.

3. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (1896)
        Nama yang diambil dari tokoh perjuangan Indonesia pada masa kolonial, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Selain memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, RSCM juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan untuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
        Sejarah rumah sakit ini juga tak lepas dari tahun 1896 saat Dr. H. Roll menjabat sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia. Pada masa itu, laboratorium dan Sekolah Dokter Jawa masih satu pimpinan. Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa berubah menjadi STOVIA yang merupakan cikal bakal sekolah kedokteran di Indonesia. Pada 19 November 1919 baru didirikan Centrale Burgelijike Ziekenhuis yang disatukan dengan STOVIA dan sejak saat itu pendidikan serta pelayanan kedokteran semakin maju. Fasilitas pelayanan kesehatan pun semakin berkembang.

No comments:

Post a Comment